Formula 1 2021

Formula 1 2021: Max Verstappen Kalahkan Grand Prix Formula 1 Monako

daftar

Max Verstappen jadi pembalap yang lebih bersaing musim ini di Grand Prix Formula 1. Dari 5 balapan yang sudah berguling, ia raih dua kemenangan dan 3x finish di urutan ke-2. Pembalap Formula 1. Red Bull Racing itu juga menempati posisi teratas klassemen pembalap dengan keunggulan tipis, empat point dari pembalap Mercedes Lewis Hamilton di urutan ke-2.

Sesudah menguasai Formula 1 di Monako, akhir minggu kemarin, sekarang Verstappen membidik dominasi di Baku, Azerbaijan, circuit yang dikuasai oleh beberapa pembalap Mercedes semenjak 2016. Menurut situs poker online terpercaya, Verstappen (23) kerap dikatakan sebagai “champion in the making” karena performnya yang naik mencolok semenjak promo dari Toro Rosso ke Red Bull gantikan Daniil Kvyat pada Mei 2016.

Pembalap asal Belanda itu memulai profesinya di Red Bull dengan mencetak kemenangan pertama F1 dalam profesinya di Grand Prix Spanyol, Barcelona, di tahun yang serupa. Ia juga geser Sebastian Vettel sebagai pembalap paling muda peraup kemenangan di F1, pada umur 18 tahun 228 hari.

Verstappen terus berkembang, sampai jadi salah satu lawan dua pembalap Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, semenjak 2019. Ia melampaui beberapa pembalap Ferrari, yang umumnya jadi penentang paling dekat Mercedes.

Musim ini, dengan pengubahan ketentuan tehnis F1, khususnya pemotongan lantai belakang mobil untuk kurangi downforce, Verstappen makin kuat mengganggu supremasi beberapa pembalap Mercedes, khususnya juara dunia 7x Hamilton.

Minggu kemarin, dalam balapan di Monako, Verstappen tidak terganggu semenjak start. Ia melejit tidak tertahan oleh beberapa lawannya. Bahkan juga Hamilton tidak memiliki daya karena secara mengagetkan cuman start dari urutan ke-7, dan finish di posisi yang serupa saat balapan.

daftar
Formula 1 2021

Bottas yang usaha tekan Verstappen dengan pace yang lebih bagus, kehilangan urutan ke-2 dan keluar balapan karena baut pengunci roda kanan depan tidak dapat dilepaskan saat pit setop pertama.

Kemenangan pertama, sekalian tribune pertama Verstappen di Monako itu, mengantarkan dianya ke pucuk klassemen F1 dengan 105 point, unggul empat point dari Hamilton yang turun ke urutan ke-2. Kemenangan yang telah di mimpikan oleh Verstappen semenjak kanak-kanak itu, mengusung motivasi dan mempertebal keyakinan dianya mendekati seri Azerbaijan di circuit jalan raya Baku, 4-6 Juni.

Tetapi, Baku bukan circuit yang ramah untuk Verstappen, karena semenjak digunakan melangsungkan F1 mulai 2016, ia tidak pernah raih tribune. Ia 2x tidak berhasil finish, dan raih urutan ke-8 (2016) dan ke-4 (2019).

Kebalikannya, beberapa pembalap Mercedes memimpin Baku bagus di dalam kwalifikasi atau balapan. Nico Rosberg finish paling depan pada 2016, Hamilton pada 2018, dan Bottas pada 2019. Adapun pada 2017, tribune paling tinggi dicapai Daniel Ricciardo saat bela Red Bull.

Catatan itu jadi perhatian khusus Red Bull mendekati seri Azerbaijan akhir minggu ini. Verstappen memandang, beberapa pembalap Mercedes akan bangun dan benar-benar bersaing di Baku, sesudah alami balapan gelap di Monte Carlo.

Red Bull masuk akhir minggu ini dengan atmosfer positif susul perform cemerlang Verstappen di Monako, sekalian pengalaman Sergio Perez di Baku. Pembalap asal Meksiko itu 2x raih tribune di Baku, saat finish di urutan ke-3 pada 2016 dan 2018.

Dua tribune itu dicapai Perez saat bela team Force India yang memakai mesin Mercedes. Bahkan juga pada 2016 ia start dari urutan ke-2 ada di belakang Rosberg.

Perez yang musim kemarin bela Racing Poin, belum memperoleh serasi terbaik dengan mobil RB16B. Ia sempat pernah menjelaskan, membutuhkan sekitaran lima seri untuk pahami dengan lebih bagus mobil anyarnya itu. Sekarang, ia sudah menyelesakan lima balapan, dan siap-siap raih tribune pertama kalinya bersama Red Bull.

Ujian Berat Pembalasan Mercedes

Balapan F1 seri ke enam ini bisa menjadi ujian untuk Mercedes untuk menuntaskan permasalahan mereka di Monako. Selainnya kesusahan capai temperatur maksimal ban dalam sekejap, mereka memiliki masalah dengan taktik pitstop yang membuat Hamilton sedih.

Mercedes harus berusaha merampas kembali pucuk klassemen pembalap dan konstruktor dari Red Bull. Sekarang ini, Red Bull menempati posisi teratas konstruktor dengan 149 point, unggul satu point atas team “Panah Perak”.

Pembalap asal Inggris itu ibarat biasa, selalu optimis dapat bangun sesudah menjelani akhir minggu yang buruk. Ia yakin pada team yang selalu berusaha keras menuntaskan permasalahan yang terjadi. “Ada argumen kenapa kami raih semua titel juara yang kami punyai, yakni kami lakukan beberapa kesalahan tapi kami selalu bangun lebih kuat,” tegas Hamilton, yang memburu rekor gelar ke-8 juara Formula 1.